WELCOME TO AlbertAnakTambang's Blog

Selamat Datang di Blog Saya

Jumat, 06 Agustus 2010

Analisis Kuliah Lapangan Petrologi


Kuliah Lapangan Petrologi di Noe Fautmetan-desa Oeletsala, Kabupaten Kupang, propinsi Nusa Tenggara Timur. Daerah dengan formasi batuan Komplek Bobonaro (Tmb) ini bisa dibilang memiliki batuan yang lengkap, mulai dari batuan beku, sedimen dan metamorf. Kebanyakan batuan ada di laboratorium petrologi.
Banyaknya bongkahan rijang dan gamping karbonatan dengan fosil-fosil laut di dalamnya membuktikan bahwa Pulau Timor mengalami pengangkatan dari dasar laut.
Batuan beku yang terbentuk pada daerah ini cenderung memiliki komposisi magma intermediet, seperti diorit, diorit porfir, granodiorit dan andesit porfir. Namun ada juga batuan beku yang cukup dominan yaitu dari batuan beku ultra basa. Peridotit hadir dalam ukuran kerakal bahkan sampai bongkahan dengan ukuran mencapai 3 meter. Pada alur sungai tidak terlihat adanya singkapan batuan-batuan ini pada dinding-dinding sungai, yang menandakan bahwa batuan induk dari batuan beku ini tersingkap bisa pada hulu sungai, karena tidak adanya anak sungai, kalaupun ada lebarnya sangat kecil (nonok) yang tidak memungkinkan mentransportasikan bongkahan batuan tersebut.
Batuan sedimen berupa batu pasir, dan batuan karbonatan serta rijang. Batuan karbonatan berupa gamping, baik itu kalsirudit, kalkarenit dan kalsilutit, namun banyak juga gamping dengan fosil-fosil di dalamnya. 
Pada bagian hulu sungai di bagian selatan, terdapat singkapan mineral mangan hidrotermal dengan dimensi 7,5m x 5m x 5,5m. Kehadiran mineral mangan sebagai singkapan satu-satunya merupakan indikasi adanya sesar naik yang terjadi pada regional daerah tersebut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar